Jakarta, MusicOtoBiz.com – Gelaran myBCA International Java Jazz Festival 2026 dipastikan hadir dengan konsep dan pengalaman baru bagi para penikmat musik jazz tahun ini. Perpindahan venue disebut menjadi momentum penting bagi penyelenggara untuk menghadirkan eksplorasi acara yang lebih luas dan segar.
Presiden Direktur Java Festival Production, Dewi Gontha, mengatakan transformasi festival tahun ini dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
Menurutnya, venue baru memberikan ruang lebih luas untuk mengeksplorasi berbagai program yang sebelumnya belum sempat diwujudkan dalam penyelenggaraan terdahulu.
“Kami ingin menawarkan sesuatu yang baru. Dengan venue yang baru, space lebih besar dan banyak hal yang sekarang bisa lebih dieksplorasi,” ujar Dewi dalam sesi media briefing.
Tak hanya menghadirkan pertunjukan musik, pihak penyelenggara juga menyiapkan berbagai pengalaman interaktif bagi pengunjung. Sejumlah program baru dihadirkan mulai dari glambot, area red carpet photo experience, vending machine interaktif, hingga museum of toys hasil kolaborasi bersama Sony Group.
Selain itu, festival juga menghadirkan area lounge khusus serta program sosial yang dikemas lebih dekat dengan pengunjung.
Dewi menambahkan, akses transportasi menjadi salah satu perhatian utama pada penyelenggaraan tahun ini. Bersama pengelola venue, pihaknya telah menyiapkan layanan shuttle guna mempermudah mobilitas penonton menuju lokasi acara.
“Kami sudah menyiapkan berbagai alternatif transportasi dan informasinya juga tersedia di media sosial resmi kami,” katanya.
Ia juga mengingatkan pengunjung agar mempersiapkan diri dengan baik mengingat kondisi venue yang memiliki perbedaan suhu antara area luar dan dalam ruangan.
“Saat di luar cukup panas, tetapi di dalam venue dingin. Jadi pengunjung harus menyesuaikan pakaian,” tambahnya.
Sementara itu, tim program myBCA International Java Jazz Festival 2026, Nikita Dompas, mengungkapkan tahun ini akan banyak suguhan kolaborasi spesial yang sayang dilewatkan.
Menurut Nikita, pengunjung disarankan memilih setidaknya satu special show untuk mendapatkan pengalaman terbaik menikmati festival.
Ia menyebut sejumlah penampilan kolaboratif lintas negara akan menjadi salah satu daya tarik utama, termasuk eksplorasi musik Brasil hingga penampilan orkestra dengan berbagai formasi.
Festival tahun ini juga menghadirkan kolaborasi musisi internasional dan Indonesia dalam format big band. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan kelompok muda Harberside.
Tak hanya itu, sejumlah musisi Indonesia seperti Jamie Aditya, Sandy Sandoro, dan Oslo Ibrahim juga dijadwalkan tampil membawakan lagu-lagu era 2000-an dalam aransemen big band spesial.
Untuk penampil perempuan, nama-nama seperti Ruth Sahanaya dan Bachdim Dias turut terlibat dalam proyek kolaboratif tersebut.
Menariknya, pihak penyelenggara juga memberi bocoran kejutan lain yang akan hadir di panggung Java Jazz tahun ini, yakni penampilan spesial dari Slank.















